Mengenal Fakta Lain Essential Oils





Indera penciuman kita sangatlah luar biasa tajam. Bahkan aroma yang samar pun dapat memberikan respon fisik dan emosional, seperti bagaimana aroma kue hangat dari oven merangsang produksi air liur kita atau wangi parfum tertentu membangkitkan kenangan nostalgia.

Essential oils merupakan salah satu sumber wewangian yang terkenal dengan aneka manfaat. Sebagai produk konsentrat, essential oils dalam jumlah sedikit dapat menghasilkan aroma yang kuat. Namun, penggunaan yang salah mampu memberikan risiko buruk bagi kesehatan. Mari kita telaah lebih lanjut.

Apa itu Essential Oils?

Essential oils (EO) adalah cairan konsentrat bahan kimia organik murni yang diperoleh melalui proses ekstraksi dari bahan tanaman yang memiliki aroma. Essential oils mengandung berbagai senyawa kimia termasuk senyawa kimia aromatik dari tanaman. Inilah yang memberikan aroma pada minyak identik dengan aroma tanaman asalnya. Essential oils umumnya diperoleh dengan metode ekstraksi secara distilasi uap atau penyulingan. EO bersifat mudah menguap (volatile) dan aromatik (memiliki wangi).

Bagaimana cara menggunakan essential oils?

EO dapat digunakan dengan aman secara inhalasi (dihirup) dan topikal (melalui kulit). EO tidak disarankan untuk digunakan melalui mulut dan anus, kecuali di bawah pengawasan dokter atau aromaterapis klinis. Penggunaan EO secara inhalasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Menggunakan oil diffuser (tidak disarankan menggunakan oil burner karena kandungan senyawa EO dapat rusak jika terkena panas)
  • Inhaler
  • Clay pendant
  • Dihirup langsung
  • Diteteskan ke tisu
  • Diuapkan (diteteskan ke air panas untuk kemudian dihirup sambil menutup mata)

Risiko pada essential oils

Hal yang sering salah dipahami adalah bahwa essential oil sepenuhnya aman karena EO berasal dari alam (natural). Tentu ini merupakan asumsi yang salah.

Dibuat Oleh : Apt. Selvira Anandia Intan M, M.S.Farm.



Whatsapp Linkedin